Hubungan Kondisi Fisik Rumah dengan Kejadian ISPA Pada Balita di Desa Rundeng Kecamatan Rundeng Kota Subulussalam

Penulis

  • Meriwati Meriwati Universitas Teuku Umar
  • Sufyan Anwar Universitas Teuku Umar
  • Meutia Paradhiba Universitas Teuku Umar
  • Kiswanto Kiswanto Universitas Teuku Umar
  • Ernawati Ernawati Universitas Teuku Umar

DOI:

https://doi.org/10.57218/jkj.Vol5.Iss3.3185

Kata Kunci:

Balita, ISPA, kelembapan, kepadatan hunian, pencahayaan

Abstrak

Infeksi Saluran Pernapasan Akut (ISPA) pada balita tetap menjadi tantangan kesehatan masyarakat yang signifikan, dimana faktor lingkungan rumah tinggal memegang peran penting. Karakteristik hunian yang buruk, seperti ruang yang terlalu padat, kurangnya paparan cahaya matahari, sirkulasi udara yang buruk, serta tingkat kelembapan yang tinggi, berpotensi memicu timbulnya ISPA. Penelitian kuantitatif dengan pendekatan cross-sectional ini diselenggarakan pada April 2026 di Desa Rundeng, Kecamatan Rundeng, Kota Subulussalam untuk mengkaji korelasi tersebut. Mempergunakan teknik total sampling, dihimpun sampel sebanyak 93 rumah yang memiliki anak bawah lima tahun (balita). Data dihimpun melalui wawancara dan pengamatan langsung di lapangan, lalu dianalisis mempergunakan uji Chi-Square. Temuan kajian mengonfirmasi adanya hubungan signifikan secara statistik antara kejadian ISPA pada balita dengan empat variabel fisik rumah: kepadatan hunian(p=0,023), pencahayaan (p=0,027), ventilasi (p=0,045), serta kelembapan (p=0,013). Berlandaskan temuan tersebut, disimpulkan bahwa kualitas fisik rumah berhubungan terhadap kejadia ISPA balita. Langkah intervensi berupa renovasi ventilasi, optimalisasi pencahayaan alami, pengaturan kepadatan ruang, dan penurunan kelembapan sangat direkomendasikan untuk menekan angka kasus ISPA.

Referensi

Arif, M. I., & Andara, W. (2025). Faktor-faktor yang berhubungan dengan kejadian ISPA di wilayah kerja Puskesmas Sumarorong Kecamatan Sumarorong Kabupaten Mamasa. Sulolipu: Media Komunikasi Sivitas Akademika dan Masyarakat, 25(1), 101–112. https://doi.org/10.32382/sulo.v25i1.1373

Dirgantara, S., Santri, I. N., & Handayani, L. (2025). Faktor risiko kondisi sanitasi lingkungan dengan kejadian ISPA balita: Literature review. Jurnal Dunia Kesmas, 14(4). https://doi.org/10.33024/jdk.v14i4.21639

Dinas Kesehatan Kota Subulussalam. (2024). Profil kesehatan Kota Subulussalam tahun 2024. Dinas Kesehatan Kota Subulussalam.

Ernawati, E., Dwimawati, E., & Parinduri, S. K. (2022). Faktor-faktor yang berhubungan dengan kejadian ISPA pada anak usia dibawah lima tahun di Puskesmas Lebakwangi Kecamatan Cigudeg Kabupaten Bogor. PROMOTOR: Jurnal Mahasiswa Kesehatan Masyarakat, 5(5), 385–388. https://doi.org/10.32832/pro.v5i5.8484

Haris, N., Rismayanti, R., & Dwinata, I. (2022). Faktor yang berhubungan dengan kejadian ISPA pada balita. Hasanuddin Journal of Public Health, 2(3), 251–265. https://doi.org/10.30597/hjph.v2i3.13519

Iriyanti, M., Yusran, M., Putra, A. P., & Meriza. (2024). Hubungan kondisi fisik rumah dengan kejadian ISPA pada balita di Desa Jeget Ayu Kecamatan Jagong. Jurnal Kesehatan Saelmakers PERDANA, 7(2), 444–451. https://doi.org/10.32524/jksp.v7i2.1527

Jeni, E., Syamsul, M., & Wijaya, I. (2022).Kondisi lingkungan fisik rumah dengan kejadian ISPA pada balita di wilayah Puskesmas Panambungan Kota Makassar. Jurnal Promotif Preventif, 4(2), 116–123. https://doi.org/10.47650/jpp.v4i2.372

Kementerian Kesehatan Republik Indonesia. (2023). Survei kesehatan Indonesia (SKI) 2023. Kementerian Kesehatan Republik Indonesia.

Kementerian Kesehatan Republik Indonesia. (2024). Survei kesehatan Indonesia (SKI) 2024. Kementerian Kesehatan Republik Indonesia.

Lestari, A. S. I. (2021). Hubungan sanitasi fisik rumah dengan kejadian ISPA pada balita di TPA Tamangappa Antang Makassar tahun 2020. Alami Journal (Alauddin Islamic Medical) Journal, 5(1), 1–12. https://doi.org/10.24252/alami.v5i1.12600

Lewar, E. S. B., & Vanchapo, A. R. (2021). Faktor lingkungan rumah yang berhubungan dengan kejadian ISPA pada balita di Dusun I dan II Desa Nefokoko Kecamatan Mollo Utara Kabupaten Timor Tengah Selatan. CHMK Nursing Scientific Journal, 5(1), 1–5.

Maulliatina, L., Wahyuni, S., Putri, N. D., Setyajati, P., & Kisnanto, R. F. R. (2025). Pemberdayaan masyarakat hygiene sanitasi lingkungan dan personal hygiene warga binaan guna meningkatkan SDG’s. Jurnal Pemberdayaan Masyarakat Mandiri Indonesia, 8(2), 93–98. https://doi.org/10.35473/jpmmi.v8i2.591

Notoatmodjo, S. (2018). Metodologi penelitian kesehatan (Cet. ke-3). PT Rineka Cipta.

Nurhayati, R., Fauzi, Y., & Wulandari. (2026). Hubungan kepadatan hunian dan ventilasi rumah dengan kejadian ISPA pada balita di daerah pesisir wilayah kerja Puskesmas Lingkar Timur Kota Bengkulu. Student Scientific Journal, 4(2), 297–304.

Putra, R. M., Hidayati, F., & Fitri, A. (2025). Hubungan kondisi fisik rumah dengan kejadian infeksi saluran pernapasan atas (ISPA) pada balita di wilayah kerja Puskesmas Payo Selincah. Jurnal Kesehatan Tambusai, 6(2), 6855–6868. https://doi.org/10.31004/jkt.v6i2.44952

Purwanti, E., Mashoedi, I. D., & Wardani, R. S. (2023). Hubungan perilaku pencegahan dan kondisi lingkungan dengan kejadian infeksi saluran pernapasan akut. Prosiding Seminar Kesehatan Masyarakat, 1, 29–37. https://doi.org/10.26714/pskm.v1iSeptember.220

Rafaditya, S. A., Saptanto, A., & Ratnaningrum, K. (2021). Ventilasi dan pencahayaan rumah berhubungan dengan infeksi saluran pernapasan akut (ISPA) pada balita: Analisis faktor lingkungan fisik. Medica Arteriana (Med-Art), 3(2), 115–121. https://doi.org/10.26714/medart.3.2.2021.115-121

Rahmadanti, D., & Alnur, R. D. (2023). Hubungan kepadatan hunian dan pencahayaan kamar dengan kejadian ISPA pada balita di wilayah kerja UPTD Puskesmas Babelan 1. SEHATMAS: Jurnal Ilmiah Kesehatan Masyarakat, 2(4), 1025–1032. https://doi.org/10.55123/sehatmas.v2i4.2604

Riyanto, R., & Herlina, H. (2021). Kejadian ISPA pneumonia dan faktor risiko yang meningkatkan pada bayi dan balita. Jurnal Kesehatan Metro Sai Wawai, 14(1).

Sabila, R., Amin, F. A., & Hasnur, H. (2023). ISPA pada balita di wilayah kerja Puskesmas Peusangan tahun 2023. Jurnal Kesehatan Tembusai, 4(September), 2779–2786.

Saparina, T. L., & Intan, R. (2021). Hubungan lingkungan fisik dengan kejadian ISPA pada balita. Miracle Journal of Public Health, 4(2), 176–186. https://doi.org/10.36566/mjph/Vol4.Iss2/268

Sarwoko, S. (2021). Hubungan kepadatan hunian, ventilasi, dan pencahayaan dengan kejadian ISPA pada balita di Desa Talang Jawa wilayah kerja UPTD Puskesmas Tanjung Agung Kecamatan Baturaja Barat Kabupaten Ogan Komering Ulu tahun 2020. Cendekia Medika, 6(1). https://doi.org/10.52235/cendekiamedika.v6i1.80

Simbolon, P. T., & Wulandari, R. A. (2023). Hubungan lingkungan fisik dengan kejadian ISPA pada balita di wilayah perkotaan Indonesia tahun 2018 (Analisis data Riskesdas tahun 2018). Jambura Journal of Health Sciences and Research, 5(2), 562–570. https://doi.org/10.35971/jjhsr.v5i2.18916

Sumiarni, L. (2025). Hubungan kondisi lingkungan rumah dengan kejadian infeksi saluran pernapasan akut (ISPA) pada balita di wilayah kerja PKM Rantau Panjang. Jurnal Kesehatan dan Sains Terapan (JKST), 11(2).

Waliyyuddin, R., Fahdhienie, F., & Arivin, V. N. (2024). Faktor risiko lingkungan fisik rumah terhadap kejadian ISPA pada balita di Darul Imarah Aceh Besar. Media Publikasi Promosi Kesehatan Indonesia, 7(6), 1695–1703. https://doi.org/10.56338/mppki.v7i6.5166

Wardani, I. A., & Astuti, D. (2022). Kajian literatur tentang faktor lingkungan fisik rumah yang berhubungan dengan kejadian ISPA pada balita. Environmental Occupational Health and Safety Journal, 2(2), 175–194. https://doi.org/10.24853/eohjs.2.2.175-194.

Unduhan

Diterbitkan

2026-09-21