Pelatihan Pembuatan Hand Sanitizer dari Limbah Kulit Pisang di Kelurahan Foramadiahi Ternate
DOI:
https://doi.org/10.57218/jompaabdi.v5i2.2866Keywords:
Kulit pisang, Hand sanitizer, Limbah pertanian, Pemberdayaan masyarakat , PHBSAbstract
Kelurahan Foramadiahi, Kecamatan Pulau Ternate, memiliki potensi sumber daya alam yang cukup besar, terutama pada sektor pertanian. Salah satu potensi yang belum dimanfaatkan secara optimal adalah limbah kulit pisang yang selama ini umumnya dibuang sebagai limbah rumah tangga. Padahal, kulit pisang mengandung senyawa bioaktif, seperti flavonoid dan polifenol, yang memiliki aktivitas antibakteri sehingga berpotensi dimanfaatkan sebagai bahan baku pembuatan hand sanitizer. Kegiatan pengabdian kepada masyarakat ini bertujuan untuk meningkatkan pengetahuan dan keterampilan masyarakat Kelurahan Foramadiahi dalam mengolah limbah kulit pisang menjadi produk hand sanitizer yang bernilai guna dan ekonomis. Metode pelaksanaan kegiatan meliputi sosialisasi Perilaku Hidup Bersih dan Sehat (PHBS), edukasi mengenai formulasi dan pengemasan produk, serta pelatihan pembuatan hand sanitizer berbahan dasar kulit pisang. Evaluasi dilakukan melalui pengukuran tingkat pengetahuan peserta menggunakan pre-test dan post-test. Hasil kegiatan menunjukkan adanya peningkatan pengetahuan yang signifikan pada 40 peserta yang mengikuti pelatihan. Sebelum pelatihan, peserta dengan kategori pengetahuan tinggi hanya berjumlah 5 orang (12,5%), sedangkan 35 orang (87,5%) berada pada kategori pengetahuan rendah. Setelah pelatihan, jumlah peserta dengan kategori pengetahuan tinggi meningkat menjadi 35 orang (87,5%), sementara peserta dengan kategori pengetahuan rendah menurun menjadi 5 orang (12,5%). Selain itu, peserta menunjukkan antusiasme yang tinggi serta mampu mempraktikkan pembuatan hand sanitizer secara mandiri. Kegiatan ini membuktikan bahwa pemanfaatan limbah kulit pisang sebagai bahan baku hand sanitizer dapat menjadi alternatif inovatif dalam meningkatkan nilai tambah limbah pertanian sekaligus memberdayakan masyarakat.
References
Alhabsyi, D.F. and Suryanto, E. (2014). ‘Aktivitas Antioksidan dan Tabir Surya pada Ekstrak Kulit Buah Pisang Goroho (Musa acuminate L.). PHARMACON Jurnal Ilmiah Farmasi-UNSRAT’, 3(2), pp. 107–114. https://doi.org/10.35799/pha.3.2014.4782.
BPS Kota Ternate. 2020. Kecamatan Pulau Ternate Dalam Angka 2020. Ternate: Badan Pusat Statistik Kota Ternate. (2020). pp.145.
Bhavani, M., Sonia Morya, Deepika Saxena, Chinaza Godswill Awuchi. (2023). Bioactive, antioxidant, industrial, and nutraceutical applications of banana peel: A review. International Journal of Food Properties. 26 (1), pp. 1277-1289. https://doi.org/10.1080/10942912.2023.2209701.
Burhan, H.T., Lola T. R, Nini S, Marhamah, Nurul I. HL. P, Happy C. S, Muh D. F, Elvira B, Fiki F. D. P, Hairani Y, Nugraheni P. U, Teraika S. S, Dwi F. A.H. (2024). ‘Efektivitas Edukasi Kesehatan Berbasis Partisipatif Dalam Meningkatkan Pengetahuan Masyarakat Desa Rua Tentang Tanaman Obat Keluarga’. JUKEJ: Jurnal Kesehatan Jompa. 3(2), pp. 106-111. https://doi.org/10.57218/jkj.Vol3.Iss2.1314.
Burhan, H.T., Muhammad S. A. S, Hairani Y. (2025) Transformasi Limbah Kulit Pisang Goroho Khas Ternate Menjadi Produk Hand Sanitizer Bernilai Ekonomis : Pemberdayaan Ibu-Ibu PKK Tafure Ternate Utara. Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat (JPKM). 31(3), pp. 308-314. https://doi.org/10.24114/jpkm.v31i3.
Burhan, H.T., Sandrawati, Marhamah. (2025). ‘Pemberdayaan Ibu-Ibu PKK Kelurahan Tafure Ternate Utara Dalam Produksi Teh Kulit Pisang Goroho Kaya Antioksidan’. Jompa Abdi: Jurnal Pengabdian Masyarakat. 4(3), pp. 28–35. https://doi.org/10.57218/jompaabdi.v4i3.1841.
Hikal, W. M., Said-Al Ahl, H. A. H., Bratovcic, A., Tkachenko, K. G., Sharifi-Rad, J., et al. (2022). Banana Peels: A Waste Treasure for Human Being. Metabolites, 12(5), 426. https://doi.org/10.3390/metabo12050426.
Hirto, V.A., Ayuningsih, A. and Limpas, Z.W. (2025). ‘Pengembangan Potensi Kampung Wisata: Studi Kasus Kampung Foramadiahi, Kota Ternate, Maluku Utara’. Tulisan Ilmiah Pariwisata (TULIP). 8(1), pp. 1–14. https://dx.doi.org/10.31314/tulip.8.1.1-14.2025.
Ingrid Panjaitan, Ika R, Inge G, F.D. (2023) ‘Zero Waste Innovation: Pemanfaatan Limbah Kulit Pisang Untuk Penguatan Usaha Mikro Di Destinasi Wisata Tawangmangu Kabupaten Karanganyar’. Jurnal Pengabdian Bukit Pengharapan. 3(2), pp. 9-17. https://doi.org/10.61696/jurdian.v5i2.976.
Nur Fitriana Muhammad Ali, Hesti T. B, Rezky D. F, Mayurni F. M, Selpirahmawati S, La O. L. A., S. (2023) ‘Sosialisasi dan Edukasi Obat Tradisional Aman pada Ibu-Ibu Anggota PKK Desa Lalowua Konawe Selatan’. Jurnal Pengabdian kepada Masyarakat Nusantara (JPkMN). 4(4), pp. 3479–3486. http://doi.org/10.55338/jpkmn.v4i4.1825.
Rante, B. K., Assa, Y. A., & Gunawan, P. N. (2017). Uji daya hambat getah kulit buah pisang goroho (Musa acuminafe L.) terhadap pertumbuhan Staphylococcus aureus. e-GIGI, 5(2), pp. 23-35. https://ejournal.unsrat.ac.id/v2/index.php/egigi/article/view/17127/16674.
Sidhu, J. S., & Zafar, T. A. (2018). Bioactive compounds in banana fruits and their health benefits. Food Quality and Safety, 2(4), 183–188. https://doi.org/10.1093/fqsafe/fyy019.
Tintingon, P. C., Kalalo, J. G. K., & Walean, M. (2024). Formulasi dan uji aktivitas antibakteri sediaan gel ekstrak etanol kulit buah pisang goroho (Musa acuminafe L.) terhadap Staphylococcus aureus. Pharmacy Research Journal, 1(1), pp. 6–12. https://jurnal.prisma.ac.id/index.php/pharmacyresearchjournal/article/view/33.
Wani, K. M., M. Dhanya. (2025). Unlocking the potential of banana peel bioactives: extraction methods, health benefits and applications. Discover Food. 5 (8). https://doi.org/10.1007/s44187-025-00276-y.
Zaini, H. M., Roslan, J., Saallah, S., Munsu, E., Sulaiman, N. S., & Pindi, W. (2022). Banana peels as a bioactive ingredient and its potential application in the food industry. Trends in Food Science & Technology, 123, 228–242. https://doi.org/10.1016/j.tifs.2022.03.013.









